Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Rasa

Jogjakarta, 09 Maret 2018  --tafanaakurniaa Seharusnya kamu mengikuti saran ku saja agar kita tidak kehujanan. Tetapi kamu memang sangat keras kepala. Dari warung lesehan itu kerumahku, jaraknya cukup jauh, dan kamu harus memutar dua kali lebih jauh untuk pulang. Tetapi itulah hebatnya jatuh cinta. Semua terkalahkan oleh rasa yang sedang ada. Lalu, hujan semakin deras. Aku memakai baju kemeja maroon malam itu. Sedangkan kamu memakai baju putih lengan pendek, tak lupa dengan jaket denim kesayangan mu. Kamu pun menyarankan agar aku memakai jaketmu, agar tidak basah kuyup. Tapi aku menolak dengan jawaban bahwa kamu jauh membutuhkannya. Tapi itulah kamu. Kamu menepikan motor scoopy mu, hanya untuk memakaikan jaketmu ke badan ku. Sesampainya didepan rumah, aku langsung turun dari scoopy merah hitam mu itu. Kamu pun masih konyol dengan melindungi kepalaku dari rintikan hujan hingga kedepan teras. Kamu juga menolak ajakanku untuk masuk sekedar minum teh atau mengeringkan bad...

Dari Jogja untuk Jakarta,

--tafanaakurniaa Tiga tahun tanpa penjelasan.  Bukan lagi melihat senja yang tertutup mendung. Hujan dengan ratusan rintik. Kau selalu memberi per-nyataan bahwa kita hanyalah garis yang saling sejajar. Tiga tahun dengan senyuman tanpa pemahaman.  Ribuan kata terlontar tanpa makna. Kau selalu memberi per-nyataan bahwa kita hanyalah sepasang sepatu usang. Tiga tahun sebuah kesabaran hanyalah karangan.  Ribuan rindu dan temu hanya sekedar canduan. Kau selalu memberi per-nyataan bahwa kita hanyalah dua insan yang saling memberi harapan, dengan takdir tanpa kepastian. Dan saling memutuskan untuk memegang komitmen dalam diri, bahwa hanya sepantasnya kita sekedar ‘ dua orang yang saling berteman ‘ Doaku diseketika jam menyatakan genapnya ‘ tuhan, jadikan ia teman hidupku yang kekal ‘ Untuk kau yang sejak tiga tahun lalu bersedia memberiku arti apa itu sebuah rangkulan serta sabar akan takdir tuhan kepada kita. Menyisihkan waktu untuk membayar rindu-r...

Ia yang damai

--tafanaakurniaa Ia mempesona, selalu menakjubkan Ingin ku ceritakan seluruh tentang nya Ia damai, selalu menenangkan hati saat bertemu dengan nya Tapi ia juga meninggalkan luka Terkadang ada hal-hal buruk yang tak mendukung nya Entah pelet darimana dan jampi-jampi apa yang digunakan nya Aku selalu saja ingin kembali bertemu dengan nya Ia selalu membuatku rindu Rasa gelisah saat aku harus meninggalkan nya Ia bagai rumah untukku Aku tahu ia milik orang lain, dan tempatku bukan disana Tapi aku ingin. Menghabiskan seluruh hidupku disana, di hati nya yang damai Aku telah jatuh cinta Pada Jogja.