Dari Jogja untuk Jakarta,
--tafanaakurniaa
Tiga tahun
tanpa penjelasan.
Bukan lagi melihat senja yang tertutup mendung. Hujan dengan
ratusan rintik. Kau selalu memberi per-nyataan bahwa kita hanyalah garis yang
saling sejajar.
Tiga
tahun dengan senyuman tanpa pemahaman.
Ribuan kata terlontar tanpa makna. Kau
selalu memberi per-nyataan bahwa kita hanyalah sepasang sepatu usang.
Tiga
tahun sebuah kesabaran hanyalah karangan.
Ribuan rindu dan temu hanya sekedar
canduan. Kau selalu memberi per-nyataan bahwa kita hanyalah dua insan yang
saling memberi harapan, dengan takdir tanpa kepastian.
Dan
saling memutuskan untuk memegang komitmen dalam diri, bahwa hanya sepantasnya
kita sekedar ‘ dua orang yang saling berteman ‘
Doaku
diseketika jam menyatakan genapnya ‘ tuhan, jadikan ia teman hidupku yang kekal
‘
Untuk
kau yang sejak tiga tahun lalu bersedia memberiku arti apa itu sebuah rangkulan
serta sabar akan takdir tuhan kepada kita. Menyisihkan waktu untuk membayar
rindu-rindu ini, mengantri tiket kereta dan bersedakan dengan banyak manusia
untuk menghantarkan setumpuk tabungan rindu.
Komentar
Posting Komentar